Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo,saat memberikan kuliah umum bertema “Menuju Indonesia 2045: Anak Muda, Demokrasi dan Pertahanan Bangsa” yang digelar USB YPKP Bandung, Kamis (29/1/2026). (Foto: Istimewa)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Sejumlah tokoh nasional melontarkan peringatan keras terhadap masa depan Indonesia dalam kuliah umum bertema “Menuju Indonesia 2045: Anak Muda, Demokrasi dan Pertahanan Bangsa” yang digelar Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, Kamis 29 Januari 2026.
Dalam forum akademik yang diikuti mahasiswa baru tersebut, para pembicara menilai Indonesia tengah menghadapi ancaman serius berupa krisis demokrasi, kerusakan lingkungan, serta tekanan geopolitik dan ekonomi global yang berpotensi menghambat terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Mantan Menteri Kehutanan MS. Kaban menjadi salah satu pembicara yang menyampaikan kritik paling tajam. Ia menyebut kondisi lingkungan Jawa Barat sudah berada pada status disaster akibat rusaknya sistem pengelolaan hutan.
“Tutupan hutan Jawa Barat tinggal sekitar 19 persen. Ini bencana ekologis. Generasi muda yang akan menanggung akibat dari kerusakan ini,” ujar Kaban.
Ia juga mengungkap penyusutan luas kawasan hutan nasional dari 137 juta hektare pada periode 2009–2014 menjadi sekitar 110 juta hektare dalam sepuluh tahun terakhir. Menurutnya, praktik tambang ilegal dan kebijakan yang kontradiktif memperparah kerusakan lingkungan.
Tak hanya lingkungan, Kaban juga menyoroti kondisi demokrasi nasional yang dinilainya semakin elitis. Ia mengkritik menguatnya politik dinasti dalam kontestasi elektoral yang dinilai menyempitkan ruang partisipasi publik.
Kritik terhadap demokrasi turut disampaikan Refly Harun. Pakar hukum tata negara itu menilai kriminalisasi kebebasan berpikir sebagai tanda kemunduran demokrasi.
“Kalau ada pemerintahan yang mengkriminalkan orang berpikir, itu pertanda demokrasi sedang tidak sehat,” kata Refly di hadapan mahasiswa.
Sementara itu, dari sudut pandang geopolitik, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo memperingatkan bahwa persaingan global akan semakin keras seiring meningkatnya kebutuhan sumber daya alam dunia. Ia mempertanyakan kesiapan generasi muda dalam menjaga kedaulatan bangsa.
“Pertanyaannya, kita akan menjadi pewaris Republik atau justru menjadi budak bangsa lain?” ujarnya.
Di bidang ekonomi, pengamat politik Rocky Gerung menyoroti ketimpangan antara pencitraan kebijakan ekonomi dan kondisi riil. Ia memperingatkan potensi krisis jika fondasi ekonomi nasional tidak dibenahi secara serius.
“Kita terlalu sibuk dengan pencitraan, padahal secara real ekonomi mengalami pembusukan,” kata Rocky.
Pihak Universitas Sangga Buana YPKP Bandung menegaskan bahwa forum ini menjadi bagian dari upaya kampus membangun kesadaran kritis mahasiswa. Rektor USB YPKP Bandung Dr. Didin Saepudin menyatakan bahwa ancaman terhadap bangsa kini bersifat multidimensi, tidak hanya militer.
“Hoaks, radikalisme, perpecahan sosial, dan ketertinggalan teknologi merupakan bentuk ancaman nyata yang harus dihadapi generasi muda,” ujarnya.
Senada, Wakil Rektor III USB YPKP Bandung, Dr. Nurhaeni Sikki, menilai mahasiswa harus dipersiapkan menjadi warga negara yang beretika, sadar politik, dan tangguh menghadapi ancaman non-tradisional menuju 2045.
Kuliah umum ini ditutup dengan penegasan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan apabila generasi muda dibekali nalar kritis, keberanian moral, serta kepedulian terhadap keadilan sosial dan lingkungan hidup. Tanpa itu, Indonesia Emas 2045 dinilai berisiko tinggal sebagai slogan. (red)
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
BRI Peduli Serahkan Ambulans ke Polres Kuningan, Perkuat Layanan Darurat untuk Masyarakat
BRI Gandeng Gereja di Bandung Salurkan Ratusan Paket Sembako bagi Masyarakat Rentan
BRI Perkuat Sinergi dengan Lapas Banjar Lewat Bantuan Ambulans Program TJSL
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa