(Foto Istimewa).
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat untuk aktif menjadi peserta BPJS Kesehatan dan rutin membayar iuran.
Menurutnya, iuran BPJS jauh lebih ringan dibandingkan biaya pengobatan yang harus ditanggung warga ketika sakit tanpa perlindungan jaminan kesehatan.
“Kadang-kadang kita kalau bayar BPJS suka merasa mahal. Tapi begitu ada yang sakit, bukan Rp100.000 lagi, bisa ratusan ribu, jutaan, bahkan puluhan juta,” ujar Farhan di Kelurahan Cikawao, Selasa (13/01/2026).
Farhan menyebut, BPJS Kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat, tidak hanya sebagai perlindungan pribadi, tetapi juga memiliki nilai sosial bagi warga kurang mampu.
“Kenapa BPJS perlu? Karena di dalamnya terkandung amal jariah. Kalau Bapak Ibu patuh BPJS, itu sangat membantu kurang lebih 100.000 orang miskin di Kota Bandung yang bahkan tidak mampu untuk membeli makan,” katanya.
Ia menjelaskan, warga tidak mampu ditanggung melalui skema Universal Health Coverage (UHC).
Oleh karena itu, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar iuran BPJS sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan program tersebut.
“Semakin tinggi tingkat kepatuhan kita, semakin tinggi jatah UHC orang di BPJS,” ujarnya.
Berdasarkan pemaparan BPJS Kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kelurahan Cikawao saat ini telah mencapai 98 persen, yang berarti hampir seluruh warga telah terdaftar dalam jaminan pelayanan kesehatan.
Namun demikian, tingkat keaktifan peserta BPJS Kesehatan di wilayah tersebut masih berada di angka sekitar 76 persen, atau di bawah rata-rata tingkat keaktifan Kota Bandung yang mencapai sekitar 80 persen.
Farhan juga membagikan pengalamannya pribadi saat memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan.
“Istri saya kemarin masuk rumah sakit pakai BPJS. Alhamdulillah sangat membantu,” ungkapnya.
Menurut Farhan, BPJS Kesehatan saat ini merupakan pilihan pembiayaan layanan kesehatan terbaik yang dimiliki masyarakat, terutama di tengah mahalnya biaya layanan kesehatan nonjaminan.
“Di manapun sekarang ini, BPJS adalah pilihan pembiayaan layanan kesehatan terbaik yang kita punya. Kalau harus bayar swasta, mahal sekali,” tegasnya.
Ia pun meminta aparat kewilayahan untuk memastikan seluruh warga, khususnya kelompok rentan dan tidak mampu, mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan melalui BPJS dan UHC.
“Kalau sampai jatuh sakit, tanggung jawab kita memastikan bahwa paling tidak akan dapat UHC,” tutur Farhan.(ray)
Ribuan Aset BRI Dibuka untuk Masyarakat, Gebyar Lelang 2026 Digelar Serentak
BRI Peduli Sentuh Akar Persoalan Stunting Lewat Perbaikan Hunian di Ciamis
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa