Wakil Ketua I Baznas Jawa Barat, Dr. H. Ijang Faisal, saat menjadi narasumber dalam Basa Basi Podcast Pokja PWI Kota Bandung, Senin (22/12/2025). (Foto: Istimewa)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat terus mendorong pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Jawa Barat.
Wakil Ketua I Baznas Jawa Barat, Dr. H. Ijang Faisal, mengatakan pengelolaan zakat tidak hanya diarahkan pada bantuan konsumtif, tetapi juga pada program jangka panjang yang mampu mengubah kondisi ekonomi mustahik secara berkelanjutan.
“Zakat harus memberi dampak. Target kami bukan hanya membantu, tetapi mendorong mustahik agar suatu saat bisa menjadi muzaki,” kata Ijang saat menjadi narasumber dalam Basa Basi Podcast Pokja PWI Kota Bandung, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, Baznas Jabar mengembangkan berbagai program zakat produktif, seperti bantuan modal usaha mikro, pendampingan UMKM, beasiswa pendidikan, serta dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Menurutnya, program tersebut dirancang sejalan dengan kebijakan dan peta jalan pengentasan kemiskinan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga penyaluran zakat dapat tepat sasaran dan berdampak luas.
Selain penyaluran, Baznas Jabar juga melakukan inovasi dalam pelayanan kepada muzaki. Salah satunya melalui mekanisme hak salur, yang memungkinkan muzaki mengajukan penyaluran zakat kepada penerima atau program tertentu, dengan tetap melalui proses verifikasi Baznas.
“Dana zakat tetap tercatat secara resmi dan akuntabel, tetapi kebutuhan sosial di lingkungan sekitar muzaki juga bisa langsung terbantu,” ujarnya.
Ijang menegaskan, Baznas merupakan lembaga resmi negara yang memiliki dasar hukum kuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, sehingga pengelolaan dana ZIS dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengakui, tantangan terbesar dalam pengelolaan zakat saat ini adalah rendahnya literasi masyarakat tentang pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar dapat dikelola secara terintegrasi dan berdampak sistemik.
“Banyak masyarakat sudah berzakat, tetapi belum semuanya tercatat. Karena itu, literasi dan sosialisasi menjadi kunci,” kata Ijang.
Melalui penguatan edukasi, sinergi dengan media, serta optimalisasi kanal digital, Baznas Jabar berharap zakat dapat menjadi kekuatan sosial yang mampu mendukung pembangunan daerah.
“Zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi instrumen solusi sosial. Jika dikelola dengan baik, zakat bisa menjadi pilar penting dalam mengatasi kemiskinan,” tandasnya. (red)
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa