Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP SY Zainal Abidin, S.I.K., saat pimpin Pres Release kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anak dibawah umur dilaksanakan di Mapolres Tasikmalaya Kota, Rabu (23/05/2023).(list)
TASIKMALAYA,FORMASNEWS.COM-Press Release kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anak dibawah umur dilaksanakan di Mapolres Tasikmalaya Kota, Rabu (23/05/2023).
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP SY Zainal Abidin, S.I.K.,menjelaskan bahwa penanganan kasus viral dugaan penganiayaan yang terjadi disalah satu SMA Negeri di Kota Tasikmalaya. Bahwa hasil dari Gelar perkara,pihaknya telah menetapkan pelaku sebagai anak berkonflik dengan hukum.
“Sekarang perkaranya sudah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ungkapnya kepada Wartawan.
Menurutnya, pihaknya telah mengumpulkan alat bukti seperti hasil visum dan keterangan dari beberapa saksi, kemudian pihaknya menerapkan pasal 80 ayat 1 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
“Dengan ancaman hukuman 3 Tahun 6 Bulan penjara,” tegasnya
Pada kesempatan itu, Kapolres Tasik Kota AKBP SY Zainal Abidin menjelaskan rangkaian peristiwa kejadian tersebut yang terjadi pada hari Selasa (16/05/23),kemudian orang tua korban membuat Laporan Polisi dugaan penganiayaan kepada anaknya.
Kemudian, sehari setelah membuat Pelaporan, pihak sekolah datang ke Polres Tasikmalaya Kota dan mengajukan restorative justice,dan ada kesepakatan dari kedua pihak untuk berdamai atau islah.
“Kami bantu memfasilitasi pertemuan tersebut,saat itu terjadilah perdamaian,” ujarnya
Namun demikian, pada hari Jumat (19/05), pihak sekolah mengadakan pertemuan antara korban dan terlapor, tanpa melibatkan Penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota serta orang tua korban, hal tersebut membuat pihak orangtua korban merasa ada ketersinggungan secara personal, kemudian adanya postingan ibu pelapor yang viral di media sosial.
“Yang bersangkutan segera kami konfirmasi, dan menginginkan laporannya dilanjutkan kembali,” tuturnya
Dikarenakan hal ini melibatkan anak , maka Polres Tasikmalaya Kota melakukan kordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah, Peksos dari Dinas Sosial Kota Tasikmalaya serta Balai Pemasyarakatan.
” Ada mekanisme khusus dalam menangani kasus anak yang berkonflik dengan hukum, sehingga pihak Kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap terlapor sehingga anak tersebut masih bisa melaksanakan aktivitas seperti biasanya, termasuk bersekolah.” jelas Kapolres Tasik Kota AKBP SY Zainal Abidin.
“Sementara itu untuk perkembangannya nanti, sesuai Pasal 5 ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,maka Penyidik akan mengutamakan pendekatan Restorative Justice dengan menempuh tahapan Diversi antara kedua belah pihak,” Pungkas Kapolres.(Anton)
BRI Lakukan Asesmen Kebutuhan Pengungsi Korban Pergerakan Tanah di Bantargadung
Pos Indonesia Manfaatkan Kantor Pos sebagai Lokasi Ujian Online Mahasiswa Universitas Terbuka
Gandeng Dua Yayasan Lokal, BRI Pastikan 5.000 Paket Sembako Tepat Sasaran di Jatibarang
Ramadan 1447 H, PT Pos Properti Indonesia Perkuat Budaya Berbagi Lewat Aksi Sosial Rutin
Transformasi Digital Perbankan Dukung Distribusi Pangan, BRI Hadirkan Bank Garansi Online bagi Mitra Bulog di Subang
HUT ke-130 BRI, Sinergi BRI dan Kelurahan Braga Perkuat Ketahanan Sosial Warga
BAZNAS dan ANGKASA Resmikan Koperasi Konsumen Berkah Bersama di Rancabali, Modal USD 3.000 Digelontorkan
Bantuan BRI Perkuat UMKM Lampu Gentur Cianjur, 70 Pengrajin Dapat Akses Kredit Rp1,5 Miliar
Lewat Bantuan Alat Musik, BRI BO Cibadak Perkuat Pelestarian Seni Budaya Lokal Sukabumi
BRI Perkuat Pemulihan Pascabencana Longsor Cisarua Lewat Bantuan Berkelanjutan
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa