Plt Walikota Bandung, Yana Mulyana, melihat tangan anak yang di vaksinasi usia 1 - 11 tahun, di Taman Dewi Sartika Balai Kota Bandung, Kamis (16/12/2021)./Foto : Dok Humas Pemkot Bandung.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Pandemi Covid-19, di Indonesia umumnya dan Kota Bandung khsusunya, hingga sekarang ini belum dikatakan berahir. Kemudian kabarnya lagi, virus varian baru Omicron sudah mulai merambah ke Indonesia. Kondisi itu, bisa terpuruk kesehatan masyarakat bila saja, tidak mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).
Untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 maupun virus varian baru Omicron di Kota Bandung khusunya, tentunya harus ditangggulangi secara bersama -sama dengan masyarakat. Karena, pencegahan penyebaran Covid-19 bukan hanya tugas Pemerintah dalam hal ini gugus tugas Covid-19. Tetapi, masyarakat juga harus andil.
“Selain mematuhi Prokes dengan 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan di air yang mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi. Masyarakat juga, bersedia untuk di Vaksin Covid-19,” ujar Plt Walikota Bandung, Yana Mulyana, saat membuka vaksina usia 1 – 11 tahun di Taman Dewi Sartika Balai Kota Bandung, Kamis (16/12/2021).
Kota Bandung, terkait dengan vaksinasi adalah termasuk Kota yang sudah diperbolehkan untuk melaksanakan vaksinasi bagi usia 6-11 tahun. Pasalnya, vaksinasi di Kota Bandung telah melebihi 70 persen untuk dosis pertama. Sedangkan vaksinasi lansia telah mencapai 78 persen.
Sehingga untuk memenuhi herd imunity atau kekebalan kelompok khususnhya, bagi anak – anak. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar vaksinasi usia 6-11 tahun. Vaksinasi untuk usia tersebut, merupakan upaya Pemkot Bandung membentuk herd immunity. Termasuk sebagai upaya agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berjalan lebih baik.
Adapun target sasaran bagi usia 6-11 tahun yaitu sebanyak 233.175 siswa dari 438 Sekolah Dasar dan 31 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Bandung. Bila melihat proses percepatan vaksin di Kota Bandung, umumnya sudah dilakukan hampir mendekati 100 yaitu diangka 99,86 persen.
“Maka itu, Pemkot Bandung sangat optimis vaksinasi di Kota Bandung berjalan optimal dan cepat, melihat lokus lebih mudah dan terdata dengan baik di setiap sekolah. Kami yakin karena lokusnya itu di sekolah. Lebih memudahkan untuk kita melakukan proses vaksinasi. Meskipun ada aturan, mereka tetap harus mendapatkan vaksin wajib, seperti Campak, dan itu jaraknya harus 4 minggu,” jelas Yana.
Untuk proses pelaksanaan vaksinasi di Kota Bandung, memastikan akan berjalan lancar karena fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan cukup banyak. Seperti puskesmas, rumah sakit juga vaksinator, relawan banyak. Termasuk pengadaan vaksin juga disuplai, oleh karena itu pihaknya sangat meyakini proses vaksin bisa tercapai waktu tidak terlalu lama atau sesuai target.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara menyampaikan, target vaksinasi usia 6-11 tahun bisa dilaksanakan lamanya sekitar 2 hingga 3 bulan. Karena anak usia tersebut harus terintegrasi, dengan vaksinasi program nasional yaitu bulan imunisasi anak sekolah.
“Harus teringetrasi vaksinasi yang program nasional, bulan imunisasi anak sekolah. Siswa kelas 1, kelas 2 itu sedang bulan imuniasai anak sekolah untuk Campak, Difteri dan Tetanus. Jadi itu menjadi bagian sama memberikan perlindungan kepada semua,” bebernya.
Terkait vaksinasi harus terintegrasi dengan kependudukan, Ahyani mengatakan, bila Nomor Induk Kependudukan (NIK) bermasalah, tersedia Mobil Memberikan Pelayanan Keliling (Mepeling) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung (Disdukcapil) tersedia di area vaksinasi. Makanya, saat vaksinasi anak, di Disdukcapil bila saja, ada NIK anak yang bermasalah.
“Untuk lokasi vaksinasinansinya, tergantung permohonan pihak sekolah. Bisa di sentra vaksin atau di sekolah masing-masing. Tapi, kalau bisa di lasanakanan di sekolah dan harus sesuai data dan tidak memasukan warga umum. Tapi kalau mau manfaatkan sentra vaksin, kita akan fasilitasi. Ada 2, drive thru di Tegalega dan tidak drive thru di sini (Balai Kota),“ ujarnya.
Sementatara salah satu siswa yang divaksin, Hendra Bramantyo (6) mengaku tidak sakit ketika divaksinasi. Dirinya, mengaku ingin sekali untuk di vaksin. Karena melihat di berita TV, kalau tidak di vaksin akan cepat tertular. “ Maka itu, saya senang di vaksin dan nggak sakit. Sekarang itu disuntik anti corona, biar bisa sekolah,” katanya.
Adapun pelaksanaan vaksinasi di Taman Dewi Sartika, kali ini didukung oleh perusahaan alat kesehatan Oneject. CEO Oneject, Jahja Tear Tjahyana, ketika diminta tanggapannya dia mengaku siap untuk membantu masyarakat dalam percepatan vaksinasi.
“Kami siap membantu masyarakat juga pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi. Semoga pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kali ini sukses dan Kota Bandung membentuk herd immunity atau kekebelan kelompok yang cukup. Selain itu juga, diharapkan setelah semua dilakukan vaksinana baik orang tua, lansia termasuk anak anak usia 6-11 tahun Covid-19 cepat berlalu,” tuturnya. (Yat)
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa