Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, saat meninjau PTMT, di SDN 065 Cihampelas, Senin (7/6/2021). Foto :Ist.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menilai, secara umum hari pertama uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) berjalan cukup baik. Namun, ia meminta proses uji coba PTMT harus tetap menjalankan Protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.
“Pada uji coba PTMT ini, pihak sekolah ataupun peserta didik sudah memahami skema pelaksanaan PTMT yang akan di laksanakan. Yaitu, dengan pola pembelajaran berorientasi pada sektor kesehatan,” ujar Ema yang juga sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandun, saat meninjau uji coba PTMT di SDN 065 Cihampelas Kota Bandung, Senin (7/6/2021).
Dikatakan Ema, yang membuat tenang akan dilaksanakannya PTMT adalah ternyata Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di sini sudah sangat fasih, dan cukup kuat disampaikan kepada anak didik.
Sebagaimana, data terbaru sekarang ini ada 330 sekolah yang layak menyelenggarakan PTMT. Mulai dari setingkat TK hingga selevel SMA baik negeri maupun swasta termasuk sekolah formal di bawah Kementerian Agama. Mereka bisa melakukan uji coba PTMT pada rentang waktu 7-18 Juni 2021 mendatang.
Kendati secara umum memberikan kesan positif, Ema ingin proses uji coba berjalan ketat. Oleh karenanya, Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19 di kewilayahan terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke setiap lokasi penyelanggaraan PTMT.
“Semuanya akan kita cek, Dinas pendidikan juga sudah membagi para petugas melihat standar-standar yang sudah disepakati. Ini masih berproses. Kita masih akan melihat sampai uji coba berakhir. Saya juga, minta sekolah harus melek dengan segala hal yang berkenaan dengan Prokes. Baik fasilitas penunjang secara fisik maupun pola pengaturan pembelajaran di ruang kelas,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya meminta pihak sekolah untuk tetap menjalin koordinasi dengan bersama tim monev, aparat kewilayahan dan puskesmas. Sehingga jika terjadi sesuatu bisa ditangani dengan baik. Maka itu, sebagaimana kesepakatan di sekolah harus ada ruang penanganan. Intinya siapa pun juga penyelenggara PTMT harus terbuka. Kalau ada sesuatu ditangani bersama dengan puskesmas wilayah,” jelasnya. (Yat)
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa