Setda Kota Bandung, Ema Sumarna mengikuti, saat audensi dan Koordinasi Program Pencegahan Korupsi di Jawa Barat tahun 2021, yang dilaksanakan secara daring di Balai Kota, Kamis (18/2/2021). Foto :Ist.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, menduduki peringkat ke-1 se-Jawa Barat dalam penilaian Monitoring Control for Prevention (MCP) 2020. Penilaian, MCP adalah upaya pencegahan korupsi terintegrasi di Pemkot Bandung.
Sekretaris Daerah (Setda) Kota Bandung, Ema Sumarna, atas penilaian itu pihaknya mengapresiasi. Bahkan meminta agar penilaian MCP, terus dipertahankan oleh Pemkot Bandung.
“Ke depannya harus dipertahankan. Bahkan harus ditingkatkan lagi,” ujar Ema usai mengikuti Acara Audensi dan Koordinasi Program Pencegahan Korupsi di Jawa Barat tahun 2021, yang dilaksanakan secara daring di Balai Kota, Kamis (18/2/2021)
Ditemui di tempat yang sama, Inspektur Inspektorat Kota Bandung, Fajar Kurniawan menjelaskan, per 31 Desember 2020 Pemkot Bandung mencapai nilai 87,16 persen atau menduduki peringkat ke-1 di Jawa Barat. Sedangkan untuk tingkat nasional, Kota Bandung menduduki peringkat ke-52.
Penilaian tersebut merupakan hasil progress tindak lanjut Rencana Aksi Pencegahan Korupsi di Tingkat Nasional yang dilakukan pada delapan Area Intervensi. Yaitu, berupa perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, APIP, managemen ASN, optimalisasi pendapatan daerah, dan managemen aset.
“Beberapa area intervensi kita masih bisa mendapatkan 100 persen. Prestasi Kota Bandung terbilang baik, begitu pula secara keseluruhan di Jawa Barat,” ucap Fajar.
Untuk menujukan keseriusan, Fajar menjelaskan nantinya akan ada Inspektur Pembantu (Irban) Khusus untuk fokus pada MCP. Tujuannya untuk meningkatkan penilaian di delapan area agar lebih maksimal.
“Inspektorat bertransformasi dalam kelembagaan, untuk MCP dikelola oleh Irban khusus. Dulu ada empat Irban, sekarang ada lima, akan dibuat Perdanya. Jadi ada lima Irban nanti. Sehingga akan lebih fokus selama satu tahun mengawal MCP,” jelasnya.
Tahun ini Inspektorat Kota Bandung optimis dapat meningkatkan hasil penilaian. Ia mengaku telah memiliki beberapa strategi untuk memaksimalkan penilaian yang terbilang kurang. “Ada strategi baru untuk beberapa yang kurang. Itu yang akan kita genjot. Jangan sampai kita mengalami penurunan,” tutur Fajar. (Mar/Sis)
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa