Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah, sedang berbicara usai acara peluncurkan program Bandung Tanginas yang diluncurkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, di Kantor Kecamatan Ujungberung, Selasa (7/9/2020). Foto : Istimewa.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Saat ini jumlah anak di bawah lima tahun (Balita), di Kota Bandung mengalami stunting mencapai 8.121 orang dan sekitar 2.700 masuk kategori bayi di bawah dua tahun (Batuta). Sementara 50.000 penduduk lainnya masuk kategori rawan stunting. Untuk menekan angka itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, melakukan berbagai cara.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung Siti Muntamah mengatakan, untuk menekan angka itu salah satunya dengan meluncurkan program Bandung Tanginas (Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat). Program ini diluncurkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, di Kantor Kecamatan Ujungberung, Selasa (7/9/2020).
Dikatakan, Siti program Bandung tanginas adalah untuk menekan dan memerangi stunting. Untuk itu, diharapkan Bandung tanginas bisa menekan angka stunting dengan cara berkolaborasi antara masyarakat dan SKPD terkait. “Berdasarkan catatan, sebanyak 2.700 orang akan diintervensi secara khusus melalui program Tanginas. Mereka ada di 15 kelurahan di 11 kecamatan di Kota Bandung,” ujar Siti.
Terkait dengan angka stunting, ada empat faktor terjadinya stunting pada anak. Di antaranya, pendidikan, gizi buruk, ekonomi, sanitasi. Selain itu, di masa pandemi Covid-19 ini menjadikan anak-anak menjadi rawan stunting.
“Ada warga miskin baru. Untuk itu, kita harus meningkatkan ‘skill’ keluarga untuk tetap menghadirkan makanan-makanan yang sehat. Pangan yang aman dan sehat untuk para putra putri kita terhindar dari stunting,” katanya.
Oleh karena itu, ada tiga hal yang akan dilakukan oleh TP PKK Kota Bandung pada program Bandung Tanginas, antara lain intervensi spesifik, membuat pekarangan pangan yang aman dan sehat, dan pelatihan peningkatan ekonomi keluarga atau Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
“Untuk intervensi spesifik yaitu dengan memberikan pangan sehat atau asupan gizi bagi di bawah 2 tahun. Begitu pula bagi ibu hamil minimal 1 kali sebelum melahirkan yang dikelola oleh Tim PKK kewilayahan,” tuturnya.
Adapun program Bandung tanginas, akan menjadi gambaran serta program yang akan dimasifkan di seluruh kewilyahan, termasuk yang terutama bagi wilayah-wilayah yang memiliki anak batuta, balita dan rawan stunting sehingga pangan aman dan sehat terpenuhi. (Dan/Yat)
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa