Didi tokoh masyarakat pedagang dilingkungan Sari Ater. (Foto : Sony)
SUBANG, FORMASNEWS.COM- Akibat ditutupnya hampir tiga bulan objek wisata Sari Ater Subang Jawa Barat, selama diberlakukannya Pembatasa Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kabupaten Subang karena adanya wabah Covid-19, mengakibatkan kondisi ekonomi masyarakat sekitar wisata sari ater sebagai pekerja, buruh maupun yang biasa berjualan nyaris lumpuh.
Menurut Didi salah seorang tokoh masyarakat Desa Ciater, masyarakat sekitar objek wisata Sari Ater Subang, mayoritas penduduknya bekerja untuk menghidupi ekonomi keluarganya dari pemanfaatan keramaian pengunjung objek wisata Sari Ater. Otomatis dengan ditutupnya objek wisata ini selama pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat dirasakan nyaris lumpuh karena tidak ada penghasilan.
Yuki Azuania, selaku Corporate Communication Manager PT. Sari Ater . (Foto : Sony)
“Masyarakat sekitar wisata Sari Ater mayoritas menghidupi keluarganya dengan bekerja berdagang, farkir, ngojek, menjadi rental kuda, jasa penginapan dan lain-lain, yang semua itu rezekinya tergantung pada kehadiran para wisatawan yang datang ke objek wisata Sari Ater. Dengan ditutupnya objek wisata Sari Ater selama tiga bulan ini, otomatis mereka tidak memiliki penghasilan,” ungkap Didi, Selasa (9/6/2020)
Lebih lanjut Didi pun berharap, seusai penerapan PSBB Proporsional untuk menghidupkan roda ekonomi masyarakat Sari Ater, diharapakan Pemerintah Kabupaten Subang segera mengijinkan objek wisata Sari Ater dibuka kembali seperti biasanya.
Sementara itu Yuki Azuania, selaku Corporate Communication Manager PT. Sari Ater mengungkapkan membenarkan bahwa selama diberlakukannya PSBB diwilayah Kabupaten Subang, hampir tiga bulan objek wisata Sari Ater ditutup. “Penutupan objek wisata Sari Ater sebagai ketaatan kami terhadap kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19, “ tegas Yuki.
Lanjut Yuki, seandainya seusai pelaksanaan PSBB proporsional dan menjelang dibelakukannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), apabila petunjuk Pemerintah Kabupaten Subang kebijakannya sudah bisa dibuka untuk melayani pengujung objek wisata, pihak management PT.Sari Ater telah siap membuka dengan menyediakan serta mentaati protokol kesehatan Covid-19.
“Apabila kebijakan Pemkab Subang objek wisata Sari Ater bisa dibuka, kami siap menyediakan sarana sesuai protokol kesehatan. Diantaranya, menyediakan tempat cuci tangan, aturan pengunjung yang wajib mengunakan masker, penyediaan antiseptik, pengaturan skenario pembatas jaga jarak atau physical distancing dan fasilitas kesehatan serta penyediaan tim medis dan mobil ambulan,” tutur Yuki. (Sony)
Editor : Yat
Ribuan Aset BRI Dibuka untuk Masyarakat, Gebyar Lelang 2026 Digelar Serentak
BRI Peduli Sentuh Akar Persoalan Stunting Lewat Perbaikan Hunian di Ciamis
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa