Kasat Pol PP Kota Bandung, Rasdian. (Foto : Dok Humas Pemkot Bandung)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) Provinsi Jawa Barat, termasuk PSBB Kota Bandung yang bertepatan dengan bulan suci ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri. Kini kembali muncul persoalan musiman yaitu maraknya anak jalanan, gelandangan dan pengemis baru.
Kasat Pol PP Kota Bandung, Rasdian mengatakan, tentunya persoalan ini tidak bisa dibiarkan dan harus ada penertiban. Dalam hal ini, pihaknya sebagai satuam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Perda di Kota Bandung akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikannya.
“Ditengan pademi Covid-19, khusus untuk menuntaskan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini, Sat Pol PP juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) untuk terus melakukan penjangkauan,” katanya di Balaikota Bandung Jumat (8/5/2020).
Dikatakan, Rasdian fenomena sekarang menjelang Idulfitri banyak migrasi dari luar khususnya anjal, gelandangan dan pengemis. Untuk mengantisipasinya pihaknya akan mengadakan penertiban dan pembinaan dengan tim Dinas Sosial. Termasuk yang kupu-kupu malam atau waria dan penjaja sek komersial akan di antisipasi untuk ditertibkan
“Adapun untuk penjangkauan akan dilakukan secara berkala dengan berpatroli menyusuri sejumlah ruas jalan yang menjadi lokasi favorit para PMKS. Disamping itu, pihaknya juga merespon laporan dari masyarakat dengan langsung menindaklanjuti ke lapangan,” katanya.
Hanya saja, lanjut Rasdian tidak memungkiri tantangannya yaitu para PMKS tersebut kadang bermain kucing-kucingan. Sebagian di antaranya juga banyak yang tidak kapok untuk kembali lagi ke jalanan sekalipun sudah tertangkap.
Untuk itu, ketika hendak melakukan operasi Rasdian sudah menginstruksikan agar petugas Satpol PP melakukan beberapa strategi. Sehingga, para PMKS tidak bisa lolos dengan mudah saat dilaksanakan penjangkauan ke lapangan.
“Yang saya tau SOP-nya pembinaan 3 hari. Itu bisa jadi dia malah kembali lagi. Kalau ketemu pasti kita akan ambil lagi. Makanya saat patroli kita juga tetap harus pakai taktik dan strategi, kalau begitu saja datang mereka pasti mudah kabur. Kondisi itu, sebagaimana yang terjadi saat akan melakukan penertiban para pengemis dan gelandangan pada kabur,” tuturnya. (Imas)
Editor : Yat
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa