Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengunjungi lokasi banjir yang dinilai lebih tinggi dari biasanya. Oded menduga karena berbagai faktor, terlebih surutnya air juga sangat lamban, Jumat (24/01/2020). Foto : Istimewa.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Hujan yang mengguyur Kota Bandung pada Jumat (24/01/2020) malam menyebabkan banjir di beberapa lokasi. Diantaranya yaitu RW 03 dan tiga Cluster di Perumahan Bumi Adipura Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage.
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengunjungi lokasi banjir tersebut yang dinilai lebih tinggi dari biasanya. Oded menduga karena berbagai faktor, terlebih surutnya air juga sangat lamban. Dalam kunjungannya, Oded menyapa warga terdampak banjir dan memberikan sembako kepada warga tersebut.
“Disini (RW 03 Kelurahan Rancabolang) ada musibah banjir yang di luar kebiasaan, dengan tinggi selutut. Baru terjadi hari ini, warga juga menyampaikan seperi itu tadi,” katanya usai peninjauan.
Menurutnya, informasi yang didapat di RW 03 dari 259 KK yang tinggal di daerah tersebut ada 1100 warga yang terdampak banjir. Ia pun meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mencari tahu penyebabnya.
Rumah warga yang ke banjiran, di Rancabolang, Jumat (24/1/2020). Foto : Istuimewa.
“Saya sudah minta Kadis PU mencari penyebabnya. Karena baru pertama kali seperti ini, katanya banyak faktor penyebab, bisa jadi ini alihan dari daerah Sapan, karena airnya lebih besar lagi di sana,” ungkapnya.
“Nanti akan dikoordinasikan juga dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, KCIC (PT Kereta Cepat Indonesia China) juga. Informasinya juga di Sungai Cinambo sudah satu bulan baru normalisasi aliran airnya lancar, tapi kok bisa banjir seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, penyebab banjir di daerah tersebut faktor utama hujan tahun ini yang besar dengan durasi pendek, sehingga datangnya sekaligus.
“Informasinya juga dari BMKG puncak hujan sampai Februari, diprediksi mulai Maret tidak terlalu besar. Saya sudah berkeliling di Sapan juga sudah penuh dengan air,” ucapnya.
Menurut Didi, di wilayah tersebut juga sedang ada proses pembangunan kerata api cepat Jakarta-Bandung. Tapi dengan curah hujan yang deras, itu lebih berpengaruh untuk penyebab terjadinya banjir.
Didi pun menceritakan ada beberapa lokasi yang asalnya kebun, sekarang dibangun rumah bisa jadi faktor penyebab banjir, serta ada beberapa irigasi kecil yang tidak sengaja tertutup oleh proses pembangunan, namun saat ini sudah dibuka dan lancar kembali.
“DiBabakan Karet ada lahan Pemkot Bandung. Kita juga akan kaji kemungkinan untuk dibuat kolam retensi di sana. Karena Sungai Cinambo dam Cipamokolan Sub DAS (Daerah Aliran Sungai), misal kalau hujan Cinambo penuh, Cipamokolan malah kering,” katanya. (**).
Editor : Yat
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa