Para guru sedang memperingati hari Guru yang jatuh tanggal 25 Nopember, di Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. (Foto : Istimewa).
KAB. BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Hari Guru diperingati setiap tanggal 25 Nopember. Biasanya tradisi hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retotik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda.Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
Guru Indonesia yang tercinta, tugas anda adalah yang termulia sekigus yang tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.
Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.
Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak membagi pemangku kepentingan.
Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.
Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghapal.
Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi. Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.
Para guru sedang memperingati hari Guru yang jatuh tangal 25 Nopemberr 2019. (Ftoto :Istimewa).
Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.
Namun perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah ambilah langkah pertama.
Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda. – Ajak lah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. – Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. – Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas – Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri – Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan. Apapun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, Kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.
Demikian yang disampaikan Camat Margaasih dalam upacara Hati Guru, Senin (25/11/19) di halaman SMPN 1 Margaasih Kabupaten Bandung. (Hida Linggataja)
Editor : Dado
Ribuan Aset BRI Dibuka untuk Masyarakat, Gebyar Lelang 2026 Digelar Serentak
BRI Peduli Sentuh Akar Persoalan Stunting Lewat Perbaikan Hunian di Ciamis
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa