(Foto Istimewa).
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Siskamling Siaga Bencana tidak hanya berkaitan dengan keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana bagi Pemerintah Kota Bandung untuk mengenali dan menindaklanjuti berbagai persoalan masyarakat melalui komunikasi langsung dari tingkat kewilayahan.
Program yang mulai dilaksanakan pada 22 September 2025 ini menjadi salah satu upaya membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat mekanisme pelaporan persoalan di tingkat wilayah.
Dalam pelaksanaannya, lurah menyampaikan berbagai persoalan yang muncul di tingkat rukun warga (RW) untuk dicatat dan dibahas bersama camat serta jajaran pemerintah terkait.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan arahan dalam Pelatihan Prakarsa Batch 2 di Novotel Bandung, Rabu (28/10/2026).
“Yang bisa kita selesaikan, selesaikan. Yang tidak terselesaikan, kita bawa ke yang lebih atas,” kata Farhan.
Menurutnya, mekanisme tersebut membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan secara langsung sekaligus menentukan langkah penanganan berdasarkan kewenangan masing-masing perangkat pemerintahan.
Farhan mencontohkan persoalan saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir. Apabila penanganannya berada di luar kewenangan pemerintah kota, Pemkot Bandung dapat mengoordinasikan tindak lanjutnya dengan pemerintah provinsi atau kementerian terkait.
Ia menegaskan, langkah awal yang penting adalah memastikan persoalan diketahui dan diverifikasi sehingga penanganannya dapat dilakukan secara tepat.
Farhan menjelaskan, mekanisme pelaporan dari tingkat kewilayahan tersebut juga menjadi bagian penting dalam pengembangan Layanan Catatan Informasi Rukun Warga (LCRW).
“Dari situlah kemudian dibentuklah LCRW. Dari situ saya bisa tahu masalahnya. Itu penting,” ujarnya.
Melalui LCRW, informasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan verifikasi dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Farhan menilai, mekanisme pelaporan dari bawah merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Informasi yang diterima perlu diverifikasi di lapangan agar kebijakan dan intervensi yang dilakukan sesuai dengan persoalan yang dihadapi warga.
Karena itu, ia mendorong aparatur kewilayahan untuk terus memperkuat komunikasi dengan pengurus RT dan RW serta menjadikan informasi dan data lapangan sebagai dasar dalam menentukan prioritas penanganan.
Melalui mekanisme tersebut, Pemkot Bandung berupaya memperkuat koordinasi lintas kewilayahan dan memastikan persoalan masyarakat dapat diidentifikasi, ditindaklanjuti sesuai kewenangan, serta dikoordinasikan dengan pihak terkait apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.(ziz)
Ribuan Aset BRI Dibuka untuk Masyarakat, Gebyar Lelang 2026 Digelar Serentak
BRI Peduli Sentuh Akar Persoalan Stunting Lewat Perbaikan Hunian di Ciamis
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa