BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Saat ini, hampir di setiap pelosok Kota Bandung terdapat warung kopi. Mulai dari yang berlabel cafe, kedai, hingga warung.
Kopinya, mulai dari kopi saset, Java Preanger, Toraja, Wamena, hingga Burundi Afrika pun tersedia. Soal harga tentu tergantung jenis kopi yang diseruput para penikmatnya.
Jika menilik ke belakang, jauh sebelum era kemerdekaan. Meski tidak memiliki perkebunan kopi, Bandung ternyata memiliki gudang kopi. Letaknya, tepat di Balai Kota Bandung saat ini.
Gedong Papak. Jika menyebut nama gedung tersebut, mungkin banyak Warga Kota Bandung tak mengetahui letaknya. Namun jika menyebut Balai Kota, hampir seluruh warga Kota Bandung pasti mengetahuinya.
Sebelum berfungsi sebagai kantor pemerintahan, dahulunya merupakan sebuah gudang bernama Gedung Kopi (Koffie Pakhuis). Bernama Gedung Kopi karena bangunan tersebut merupakan gudang menyimpanan hasil bumi dan tempat pengepakan kopi milik Andries de Wilde. Wilde tercatat sebagai tuan tanah pertama di Priangan pada tahun 1812.
Gudang kopi dibangun tahun 1819 saat perkebunan kopi di Priangan berkembang pada abad ke-18. Gudang kopi itu merupakan satu dari delapan gedung tembok baru di Bandung.
Pada tahun 1927, Gudang Kopi dirobohkan dan di bekas lahannya berdiri gedung balai kota sekarang yang dirancang oleh arsitek EH de Roo.
Setelah dibangun kembali, bangunan yang terletak di Jalan Wastukancana No. 2 memang dikenal sebagai Gedong (Gedung) Papak. Bentuk atapnya yang tampak datar menyebabkan gedung ini pun disebut Gedong Papak.
Pendirian balai kota ini terkait status Bandung yang menjadi Kota Praja sejak tahun 1906. Pada tahun 1935 bangunan balai kota diperluas dengan menambah bangunan baru menghadap ke Pieter Sijthoff Park yang kini bernama Taman Balai Kota.
EH de Roo yang kembali menjadi arsiteknya merancang gedung baru ini bergaya “art deco” sehingga berkesan lebih modern daripada gedung lama.
Tahun 1980-an barulah dibangun gedung kembar tambahan di kiri dan kanan gedong papak untuk keperluan perkantoran.
Kini gedung tersebut menjadi kantor resmi Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dan Wakil Wali Kota, Yana Mulyana.
Selain menjadi pusat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, balai kota pun menjadi salah satu objek wisata. Selain bangunannya yang menyimpan sejarah, keberadaan Taman Badak, Taman Dewi Sartika, dan Taman Labirin, menjadi daya tarik warga Kota Bandung dan luar kota untuk mengujungi Balai Kota Bandung.
Dengan keasriannya, kini Balai Kota Bandung juga tempat yang cocok menyeruput kopi di sore hari. (***)
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa