Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo (Kiri) menyerahkan bantuan danan bergulir kepaa usaha rumaha tangga yang juga anggota KUMKM. Bantuan, dibrikan pada kegiatan sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif LPDB-KUMKM di Kab. Kuningan, Jawa Barat (3/11/2018). Foto : Agus.
KAB.KUNINGAN, FORMASNEWS.COM – Usaha ekonomi produktif merupakan kegiatan kelompok usaha rumah tangga, dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan dan menciptakan lapangan kerja. Selain itu juga, untuk menguatkan ketahanan pangan masyarakat. Dalam rangka mempertahan usaha rumahan itu, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), memberikan bantuan dana bergulir.
Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo, mengatakan dana bergulir yang disalurkan kepada KUMKM harus dimanfaatkan untuk bantuan modal usaha produktif rumah tangga dan bukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kalau acuan dana bergullir ini untuk kebutuhan sehari –hari, maka akan beresiko tinggi ketika akan mengembalikannya, sehinga harus dihindari,” ujarnya, pada kegiatan sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif LPDB-KUMKM di Kab. Kuningan, Jawa Barat (3/11/2018).
Dikatakan, Braman Pinjaman dana bergulir yang dikucurkan LPDB-KUMKM, seyogyana digunakan untuk permodalam KUMKM secara hati-hati. Sebab, dana ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Oleh karenanya, kepada para pengurus KUMKM tidak boleh bermain dengan dana APBN. Pihak, LPDB KUMKM, harus dimampatkan dengan baik dan hindari adanya penyelewengkan dana bergulir ini.
Direktur Bisnis LPDB-KUMKM, Iman Pribadi, dalam kesempatan yang sama pihaknya berharap KUMKM tidak terjebak dengan penggunaan dana bergulir untuk kegiatan nonproduktif. Pasalnya selama ini umumnya KUMKM mengajukan pembiayaan melebihi kebutuhannya. Langkah itu juga tidak didasari kemampuan pengembaliannya. “Hadirnya LPDB diharapkan tidak hanya sekedar memberikan pinjaman atau pembiayaan saja, tapi memberikan nilai tambah para pelaku koperasi dan UMKM,” jelas Iman.
Sebagai catatan, sejak tahun 2008 hingga Oktober 2018, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir senilai Rp. 8,53 triliun. Dari angka ini Jabar memperoleh Rp. 882 miliar. Untuk Kabupaten Kuningan menerima Rp. 29 miliar. Khusus di Provinsi Jawa Barat, LPDB-KUMKM akan menggenjot penyaluran dana bergulir dengan mengandeng Bank Jabar Banten (BJB). Kebijakan ini diharapkan, bisa terealisasi pada pada bulan November tahun ini. (Agus/Yat)
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa