Benny Cipta Wijaya, Ketua PBFI Jabar (kiri), dan Heli Saptaji Wibowo Sekumselaku pelatih Binaraga Pelatda Jabar PON XX-2021.(Foto :Ist)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), terus mengantisipasi persoalan doping pada multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua, khususnya untuk cabang olahraga keindahan otot, Binaraga. Hal ini jelas disambut gembira jajaran Pengurus Provinsi Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Jawa Barat.
Ketua PBFI Jabar Benny Cipta Wijaya, didampingi Heli Sapataji Wibowo Sekretaris umum (Sekum), menanggapi persoalan doping mengatakan, untuk antisipasi agar Binaragawan Jawa Barat yang akan tampil di PON XX Papua, lolos dari zat katagori doping, Selasa pekan depan. Keempat Binaragawan pelatda Jabar PON XX, akan dibawa ke Jakarta, guna melakukan uji laboratorium doping, seperti yang diprogramkan LADI.
“Jawa Barat akan sungguh-sungguh mengikuti test dengan laboratorium doping, Jangan sampai persoalan doping terjadi seperti pada PON 2016, dimana terdapat Binaragawan peraih medali emas dari Jawa Barat, setelah dilakukan test doping paska push, hasilnya positif,” ujarnya saat pertemuannya dengan media, di KONI Jawa Barat, Rabu (25/8/2021) sore.
Dikatakannya, padahal ketika itu sama sekali tidak ada unsur kesengajaan menggunakan obat atau suplemen yang mengandung zat katagori doping, akan tetapi ketidak pahaman bahwa didalam obat batuk terdapat kandungan zat doping. Sehingga, menjadi persoalan bagai atlet tersebut.
“Memang dalam technical handbook PB PON Cabor Binaraga, sudah dicantumkan, jika 14 hari sebelum pertandingan, seluruh atlet Binaraga harus sudah ditest laboratorium,” katanya.
Untuk Jabar sendiri, lanjut Beny, dalam hal mengawasi atlet atau binaragawan agar terhindar dari zat /kandungan doping, dengan gencar memantau langsung. Bahkan setiap pembelian suplemen, harus disertakan catatan khusus dari produsennya.
Heli Saptaji Wibowo Sekum sekaligus pelatih, dalam kesempatan yang sama menyatakan, bahwa aspek inteljensia termasuk E-motion Spritual Questiont ESQ Binaragawan Jabar sangat baik, sehingga atlet cukup jeli dan cerdik dalam memahami setiap vitamin hingga suplemen dan obat lainnya.
“Selain itu binaragawan Jabar akan mendapat kompetitor dari Papua, Bangka Belitung, Kaltim. Makanya mulai saat ini, otot atau push yang sudah terbentuk harus selalu dikeep sebaik mungkin, agar tidak terdeteksi,” tetgasnya.
Sementara itu, binaraga Jabar yang disiapkan membela Tatar Parahyangan ke PON dengan target 1 medali emas, antara lain, Roni Omero (65kg), Anthoni Tjariati (60kg), Atang Efendi (80kg), Willy Ramadita (85kg). (Mc’Jo).
Balai Rakyat Indonesia Jadi Warisan Program YBM BRILiaN, Warga Sukawening Garut Kini Punya Pusat Aktivitas Mandiri
YBM BRILiaN Luncurkan Program Family Strengthening di Garut, Perkuat Ketahanan Keluarga Mustahik
Insan BRILian Region 9 Bandung Bergerak Cepat Galang Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatra
Kolaborasi BRI, Danantara, dan Rumah BUMN Perkuat Ekosistem UMKM Siap Ekspor di Jawa Barat
BRI Region 9 Bandung Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Lewat Aksi Lingkungan dan Pemberdayaan UMKM
Pos UKK Adem Ayem Indramayu Raih Penghargaan Pos UKK Terbaik Jawa Barat pada HKN ke-61
Melalui Program TJSL, BRI Peduli Laksanakan BRINita di Griya Hijau Hidroponik
YBM BRILian Gelar Lagi Khitanan Massal Serentak di Tiga Lokasi
BRI Bersama YBM BRILian Region 9 Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana di Cisolok dan Cikakak
Program Desa BRILian Salah Satu Bukti Nyata BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa