M Mainan, pelatih Angkat Besi Pelatda Jawa Barat, PON XX-2021 Papua. (Foto :Ist)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Asisten pelatih Jawa Barat Mohamad Minan mengatakan, sejak terkendalanya event Angkat Besi kaliber nasional akibat pandemi Covid-19 hingga diterapkan lockdown, PPKM Darurat, praktis membuat Lifter Angkat Besi Indonesia, khususnya Jawa Barat (pelatda PON) kesulitan menakar calon lawan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
“Toh kita bisa melihat kekuatan lawan, hanya dari event sebelum 2019, semisal Babak Kualifikasi Angkat Besi 2019. Meski, begitu kita tetap beruntung karena cabang olahraga Angkat Besi PON XX, menggunakan sistem quota, sehingga bisa menentukan nama Lifter pada saat technical meeting, karena sifatnya masih entry by number,” ujarnya ketika menyampaikan kesiapan Cabor Angkat Besi jelang PON XX Papua, di Koni Jawa Barat, Selasa (24/8/2021).
Dikatakannya, selama ini Tim Pelatda Angkat Besi yang dipusatkan di Bekasi, terkecuali Arell Julius berlatih di Bandung. Pihaknya hanya bisa mengamati lawan melalui media sosial, sehingga sangat minim dalam soal informasi Lifter Angkat Besi daerah lain. Kondisi buta kekuatan, bukan alasan Tim Pelatda Angkat Besi Jawa Barat dalam mengejar target. Namun, semua lifter Angkat Besi sangat siap berlaga untuk memenuhi target.
“Dengan dibebani target 5 emas pada PON XX Papua, Angkat Besi akan memaksimalkan 8 lifternya (5pi-3pa), minimalnya Jawa Barat mampu bertahan seperti ketika PON 2016 dengan raihan 5 medali emas, sama halnya pada Babak Kualifikasi PON juga meraih 5 emas,” tuturnya.
Dia juga menyebutkan, Jawa Timur, Kalimantan Timur, akan menjadi rival Angkat Besi Jawa Barat pada PON XX Papua yang akan dipertandingkan di Kota Jayapura. Sedangkan Papua perlu diwaspadai sebab disinyalir menggunakan beberapa Lifter impor dari daerah. Selain itu pada pertandingannya nanti faktor isyarat wasit sangat berpengaruh.
“Hal non teknis seperti misalnya isyarat lampu yang seharusnya menyala menyatakan angkatan itu benar atau salah, kemudian tiba-tiba tidak on, itu bisa terjadi. Padahal bisa saja angkatan itu benar. Nah klo tiba-tiba diganti dengan diganti bendera, bisa terjadi angkatan itu dinilai salah. Ini yang harus diperhatikan,” ungkap Minan.
Pada sisi lain dengan latar belakang tanpa terbekali data kongkrit per-angkatan dan total (snatch-clean and jerk) calon lawan, justru bersama “Ikon” Angkat Besi Indonesia, Windy Cantika Aisah, peraih medali perunggu Olympiade Tokyo 2021, menjadi motivasi besar bagi atlet Angkat Besi Jawa Barat lainnya untuk bisa mengukir prestasi pada PON.
“Windy sendiri, sudah recovery selama 2 pekan dan akan mencapai puncaknya kembali pada PON XX di Papua,” pungkas M Minan. (Mc’JO)
Balai Rakyat Indonesia Jadi Warisan Program YBM BRILiaN, Warga Sukawening Garut Kini Punya Pusat Aktivitas Mandiri
YBM BRILiaN Luncurkan Program Family Strengthening di Garut, Perkuat Ketahanan Keluarga Mustahik
Insan BRILian Region 9 Bandung Bergerak Cepat Galang Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatra
Kolaborasi BRI, Danantara, dan Rumah BUMN Perkuat Ekosistem UMKM Siap Ekspor di Jawa Barat
BRI Region 9 Bandung Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Lewat Aksi Lingkungan dan Pemberdayaan UMKM
Pos UKK Adem Ayem Indramayu Raih Penghargaan Pos UKK Terbaik Jawa Barat pada HKN ke-61
Melalui Program TJSL, BRI Peduli Laksanakan BRINita di Griya Hijau Hidroponik
YBM BRILian Gelar Lagi Khitanan Massal Serentak di Tiga Lokasi
BRI Bersama YBM BRILian Region 9 Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana di Cisolok dan Cikakak
Program Desa BRILian Salah Satu Bukti Nyata BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa